PSIKOLOGI MANAJEMEN
“KOMUNIKASI”
a.
Perbedaan
komunikasi dua arah dan satu arah
Menurut Effendy, 1989:32 Pola Komunikasi
terdiri atas 3 macam yaitu :
1. Pola
Komunikasi satu arah adalah proses penyampaian pesan dari Komunikator kepada
Komunikan baik menggunakan media maupun tanpa media, tampa ada umpan balik dari
Komunikan dalamhal ini Komunikan bertindak sebagai pendengar saja.contoh
komunikasi satu arah antara lain pemberian tugas atau perintah dari atasan
kepada bawahan
2. Pola
Komunikasi dua arah atau timbale balik (Two way traffic aommunication) yaitu
Komunikator dan Komunikan menjadi saling tukar fungsi dalam menjalani fungsi
mereka, Komunikator pada tahap pertama menjadi komunikan dan pada tahap
berikutnya saling bergantian fungsi. Namun pada hakekatnya yang memulai
percakapan adalah komunikator utama, komunikator utama mempunyai tujuan tertentu
melalui proses Komunikasi tersebut, Prosesnya dialogis, serta umpan balik
terjadi secara langsung. (Siahaan, 1991),Contoh komunikasi dua arah antara
tukang becak kepada penumpangnya
3. Pola
Komunikasi multi arah yaitu Proses komunikasi terjadi dalam satu kelompok yang
lebih banyak di mana Komunikator dan Komunikan akan saling bertukar pikiran
secara dialogis.
Jadi dapat disimpulkan bahwa perbedaan
komunikasi satu arah adalah komunikasi yang berlangsung pada satu pihak saja,
sedangkan komunikasi dua arah yaitu komunikasi yang bersifat timbal balik dan
melibatkan dua pihak.
Peran
Komunikasi dalam Organisasi
Komunikasi dalam
organisasi adalah komunikasi di suatu organisasi yang dilakukan pimpinan, baik
dengan para karyawan maupun dengan khalayak yang ada kaitannya dengan
organisasi, dalam rangka pembinaan kerja sama yang serasi untuk mencapai tujuan
dan sasaran organisasi (Effendy,1989: 214). Manajemen sering mempunyai masalah
tidak efektifnya komunikasi. Padahal komunikasi yang efektif sangat penting
bagi para manajer, paling tidak ada dua alasan, pertama, komunikasi adalah
proses melalui mana fungsi-fungsi manajemen mulai dari perencanaan,
pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan dapat dicapai; kedua, komunikasi
adalah kegiatan dimana para manejer mencurahkan sebagian besar proporsi waktu mereka.
Proses Komunikasi memungkinkan manejer untuk melaksanakan tugas-tugas mereka.
Informasi harus dikomunikasikan kepada stafnya agar mereka mempunyai dasar
perencanaan, agar rencana-rencana itu dapat dilaksanakan. Pengorganisasian
memerlukan komunikasi dengan bawahan tentang penugasan mereka. Pengarahan
mengharuskan manejer untuk berkomunikasi dengan bawahannya agar tujuan kelompo
dapat tercapai.
Contohnya, jadi seorang
manejer akan dapat melaksanakan fungsi-fungsi manajemen melalui interaksi dan
komunikasi dengan pihak lain. Sebahagian besar waktu seorang manejer dihabiskan
untuk kegiatan komunikasi, baik tatap muka atau melalui media seperti
Telephone, Hand Phone dengan bawahan, staf, langganan dsb. Manejer melakukakan
komunikasi tertulis seperti pembuatan memo, surat dan laporan-laporan.
Sumber :
Miftah Thoha, Perilaku
Organisasi, 1996
http://terismon85blog.blogspot.com/2011/04/pentingnya-komunikasi-dalam-organisasi.html
Onong Uchyana Effendi, Dimensi-Dimensi Komunikasi, 2001
http://terismon85blog.blogspot.com/2011/04/pentingnya-komunikasi-dalam-organisasi.html
Onong Uchyana Effendi, Dimensi-Dimensi Komunikasi, 2001
Tidak ada komentar:
Posting Komentar