Psi
& Teknologi Internet
NAMA : Wulan Sundari
NPM
: 1C514329
KELAS
: 2PA18
Tahun
Ajaran 2015/2016
Universitas
Gunadarma
PEMBAHASAN :
SEKSUAL
1.
Perilaku
Seksual di Dunia Maya
Apa yang
akan terjadi jika naluri seksual manusia dikawinkan dengan teknologi komputer?
Absurditas makna seksual. Itu yang bakal terjadi, bahkan telah terjadi.
Seksualitas menjadi sepotong realitas yang ditransformasikan melalui jaringan
kabel, membentuk dunia maya. Kita mengenalnya dengan cyberspace dan realitas
seksual maya yang ditawarkannya kita sebut dengan cybersex. Seks menjadi
online, dapat diakses oleh siapapun tanpa mengenal batasan umur. Dahulu,
hubungan seks hanya dapat dibayangkan terjadi melalui kontak fisik secara
langsung. Keberadaan internet dengan cybersexnya menjadikan kontak fisik bukan
lagi satu-satunya cara mengakses kenikmatan seksual. Internet memungkinkan
perengkuhan kenikmatan seksual melalui dunia maya, sebuah kenyataan yang
bernar-benar semu, virtual reality sex.
2.
Kejahatan
Seksual di Dunia Maya
v Cybersex : hubungan erotik yang
terjadi di alam maya. Internet relay service merupakan salah satu sarana
chatting room yang sering digunakan pengguna Internet. Cyber sex sering juga
disebut internet sex atau komputer sex. Seiring perkembangan teknologi,
fasilitas untuk terbang ke alam maya pun ikut berkembang. Dulu tampilan
chatting room hanya sederhana, kini tersedia berbagai pilihan background, dari
musik, web cam sampai layanan internet phone. Membuat pelanggan internet merasa
lebih nyaman dan betah. Cybersex menjadikan perilaku seksual manusia semakin
membingungkan, absurd, tak terkendali dan susah didefinisikan. Absurditas
perilaku seksual manusia tampaknya semakin mengukuhkan status misterinya.
Wacana seksualitas pernah menjadi begitu misterius karena mengalami proses
privatisasi. Seksualitas adalah sebuah wacana yang benar-benar privat, dan sama
sekali tidak layak dibawa keluar dari kamar tidur.
3.
Kejahatan
Seksual di Dunia Nyata
v Pelecehan Seksual : Pelecehan
seksual terhadap anak adalah suatu bentuk penyiksaan anak di mana orang
dewasa atau remaja yang lebih tua menggunakan anak untuk rangsangan seksual. Bentuk
pelecehan seksual anak termasuk meminta atau menekan seorang anak untuk
melakukan aktivitas seksual (terlepas
dari hasilnya), memberikan paparan yang tidak senonoh dari alat kelamin untuk
anak, menampilkan pornografi untuk anak, melakukan hubungan seksual terhadap
anak-anak, kontak fisik dengan alat kelamin anak (kecuali dalam konteks
non-seksual tertentu seperti pemeriksaan medis), melihat alat kelamin anak
tanpa kontak fisik (kecuali dalam konteks non-seksual seperti pemeriksaan
medis), atau menggunakan anak untuk memproduksi pornografi anak.




