Rabu, 21 September 2016

PSIKOLOGI MANAJEMEN
“MENGAPA MANUSIA MEMBUTUHKAN PSIKOLOGI MANAJEMEN dan
BERIKAN SEBUAH CONTOHNYA”

A.     Mengapa Manusia Membutuhkan Psikologi Manajemen
Psikologi Manajemen adalah ilmu tentang bagaimana mengatur / me-manage sumber daya yang ada untuk memenuhi kebutuhan. Dengan ditemukan dan dikembangkannya ilmu psikologi, diketahui bahwa unsur SDM ternyata merupakan yang terpenting dari ketiga modal kerja perusahaan manapun.  Ilmu psikologi yg memang berpusat pada manusia, mampu mengintervensi berbagai faktor internal manusia seperti motivasi, sikap kerja, keterampilan, dsb dengan berbagai macam teknik dan metode, sehingga bisa dicapai kinerja SDM yang setinggi-tingginya untuk produktivitas perusahaan.
Istilah manajemen sendiri berasal dari kata kerja to manage, berarti control. Dalam bahasa Indonesia dapat diartikan mengendalikan, menangani atau mengelola. Manajemen dapat dipandang sebagai ilmu dan seni. Pengertian manajemen dapat didefinisikan dalam  berbagai cara tergantung dari titik pandang. Secara umum pengertian manajemen adalah pegelolaan suatu pekerjaan untuk memperoleh hasil dalam rangka pencapaian tujuan yang telah ditentukan dengan cara menggerakan orang – orang lain untuk menyelesaikan pekerjaan. Menurut George R. Terry (1977), “Manajemen adalah suatu proses yang berbeda terdiri dari planning, organizing, actuating, dan controlling yang dilakukan untuk mencapai tujuan yang ditentukan dengan manusia dan sumber daya lainnya.”
Jadi mengapa manusia membutuhkan psikologi manajemen, dalam kehidupan sehari-hari tentu penting bagi kita untuk mangatur segala hal yang akan kita jalani, mulai dari kegiatan kita dipagi hari sampai berakhirnya rutinitas kta. Kita perlu memanage itu semua agar semuanya bisa teratur, agar yang kita lakukan bisa tertata,agar kita tidak menyia-nyiakan waktu dan agar kita bisa tepat waktu sehingga hari-hari kita bisa berguna dengan semestinya.





B.     Contoh Psikologi Manajemen Dalam Kehidupan Sehari-hari
Sebagai makhluk hidup kita pasti memiliki banyak kebutuhan, mulai dari makanan, pakaian, tempat tinggal dan pendidikan. Oleh karena itu kita perlu mengatur kebutuhan-kebutuhan dasar apa saja yang harus kita penuhi terlebih dahulu. Seringkali kita keliru antara kebutuhan dengan keinginan. Berdasarkan pengalaman diri saya sendiri, setiap bulan saya memiliki catatan atau rincian apa saja yang akan saya beli dan setalah saya perinci ketika saya akan membeli barang-barang tersebut tidak jarang saya menghapus barang yang sebenarnya tidak saya butuhkan atau dalam arti lain saya telah memanage barang atau keperluan apa saja yang saya butuhkan bukan apa yang saya inginkan.






















Daftar Pustaka
Leavitt, Harold J. (1992). Psikologi Manajemen. Jakarta: Erlangga






Tidak ada komentar:

Posting Komentar